SINJAI, HBK, – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Dusun Benteng, Desa Tongke-tongke, Kacamatan Sinjai Timur, ditemukan tewas dengan luka di leher.

Korban, yang berinisial UM (55), diduga menggorok lehernya sendiri. Keluarga korban menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas.

Kejadian ini baru diketahui pada pukul 15:30 Wita. UM pertama kali ditemukan oleh cucunya bernama Aidil Albar. Remaja berusia 16 tahun itu mengaku mendengar suara ngorok dari dalam kamar UM.

“Sudah tergeletak, luka terbuka pada bagian leher,” ungkap Aidil.

Saat melihat kondisi UM, Aidil kemudian memberitahu menantu UM bernama Nurmawati (29), dan masuk ke kamar untuk melihat kondisi UM yang telah bersimbah darah dan tergeletak di lantai.

Di duga alat yang digunakan adalah gubtjng. UM mengalami luka pada leher dengan lebar luka 9 Cm dengan dalam 3 Cm.

Atas kejadian ini pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dengan menandatangani pernyataan penolakan serta menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Kapolsek Sinjai Timur, IPTU Muhsin yang dikonfirmasi awak media membenarkan insiden tersebut.

“Ummi pertama kali ditemukan oleh cucunya dalam kamarnya yang tergeletak bersimbah darah,” tulisnya.

Sementara itu, berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun UM baru keluar dari RSUD Sinjai setelah mendapat perawatan selama satu minggu karena sakit sesak nafas.

Saat ini korban sementara rawat jalan dan korban sering melamun dan bahkan menurut anak korban bahwa sebelumnya memang pernah akan bunuh diri. (*)
SINJAI – Warga Dusun Bentengnge, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, kabupaten Sinjai, dibuat geger terkait adannya kejadian dugaan bunuh diri, oleh seorang ibu rumah tangga (IRT), pada selasa (28/1/2025) sore.

Korban, yang diidentifikasi sebagai Per. Ummi, berusia 55 tahun, ditemukan oleh cucunya, Aidil Albar (16 tahun), dalam kondisi bersimbah darah di kamar korban.

Menurut keterangan saksi, Aidil Albar mendengar suara ngorok dari dalam kamar korban dan segera masuk untuk memeriksa. Ia menemukan korban tergeletak dengan luka terbuka pada bagian leher. Aidil kemudian menghubungi menantu korban, Nurnawati (29 tahun), yang tinggal di samping rumah korban. Nurnawati juga masuk ke kamar dan melihat kondisi korban yang sudah tergeletak.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Identifikasi dan Petugas Kesehatan dari Puskesmas Samataring, ditemukan barang bukti berupa satu buah gunting yang digunakan korban dan luka terbuka pada leher dengan lebar 9 cm dan kedalaman 3 cm.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dengan menandatangani pernyataan penolakan serta menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Berdasarkan informasi di lokasi, korban baru saja keluar dari RSUD Sinjai setelah mendapat perawatan selama satu minggu karena sakit sesak nafas dan saat ini korban sedang menjalani rawat jalan. Korban sering melamun dan menurut keterangan anak korban, sebelumnya memang pernah mencoba untuk bunuh diri. (*/red)

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa

Biro Daerah
Editor
Biro Daerah
Reporter