SIDRAP, HBK – Jembatan yang menghubungkan Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa dengan Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap kembali roboh, Selasa (17/12/2024).
Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah desa, termasuk Mampise, Botto, Betao, dan sekitarnya, serta menjadi jalur terdekat menuju kota.
Diketahui, jembatan tersebut sempat hanyut akibat curah hujan tinggi dan banjir pada Juli 2024 lalu.
Pasca kejadian itu, jembatan sempat diperbaiki oleh salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, H. Mashur dan H. Nasyanto.
Namun, diduga akibat struktur dan perencanaan yang tidak matang, jembatan kembali ambruk, bahkan satu truk ikut ambles saat melintas.
Bupati Sidrap Terpilih, H. Syaharuddin Alrif, menanggapi cepat insiden ambruknya jembatan ini.
H.Syahar mengintruksikan seluruh stakeholder holder terkait untuk segera berkoodinasi menormalisasikan jembatan ambruk tersebut.
Ia menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi permanen.
“Iya, kita sudah dapat laporan Jembatan Bulu Cenrana ambruk. Bersabarlah, saya sudah koordinasi dengan Dinas PU Sidrap untuk minta dibuatkan DED (Detail Engineering Design) dan permohonan ke Dinas PU Provinsi agar diteruskan ke balai jembatan nasional untuk dimasukkan di program JID (Jalan Inpres Daerah),” ujar Syaharuddin.
Syaharuddin menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kadis PU Provinsi Sulawesi Selatan dan akan memperkuat usulan tersebut melalui dukungan anggota Komisi V DPR RI.
“Perbaikan dan pembangunan kembali jembatan ini diestimasi membutuhkan anggaran sekitar Rp18 miliar. Jembatan ini padat lalu lintas, jadi harus dibangun kokoh dan kuat dengan struktur serta perencanaan yang matang, bukan asal-asalan,” tegasnya.
Pasca insiden, warga setempat harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh, menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Terpisah, Kepala BPBD Sidrap, Sudarmin, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah cepat di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta Satlantas Polres Sidrap untuk pengalihan arus lalu lintas. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Dinas PU untuk merencanakan pembangunan kembali jembatan ini,” ungkap Sudarmin.
Saat ini, jalur alternatif sementara telah disiapkan agar mobilitas warga tetap berjalan. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian material dan dampak ekonomi cukup dirasakan oleh warga sekitar yang sangat bergantung pada jembatan tersebut sebagai akses utama.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidrap, mengingat pentingnya jembatan Bulu Cenrana dalam mendukung konektivitas, roda perekonomian, dan mobilitas masyarakat di kawasan Pitu Riawa dan Pitu Riase.
Pemerintah berkomitmen untuk membangun jembatan dengan kualitas terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)




Tinggalkan Balasan