PINRANG, HBK – Pemerintah Kabupaten Pinrang bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana kebakaran di dua lokasi berbeda. Melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan disalurkan beberapa jam setelah kejadian sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pinrang, saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (30/10), mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos.

Langkah cepat ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, terutama setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban selama masa pemulihan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah, menurutnya, merupakan bagian penting dari upaya memberikan perlindungan dan dukungan kepada warga.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pinrang, Dr. Rhomy M. Manule, menyampaikan bahwa bantuan logistik yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sementara para korban sembari mereka berupaya memperbaiki tempat tinggal yang mengalami kerusakan maupun hangus terbakar.

Selain berfokus pada penanganan pascabencana, Rhomy juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau panjang.

Menurutnya, sejumlah kejadian kebakaran dapat dicegah melalui kewaspadaan terhadap sumber api, penggunaan peralatan listrik yang aman, serta kebiasaan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran.

Kewaspadaan tersebut dinilai penting karena potensi kebakaran pada musim kemarau tidak hanya mengancam kawasan permukiman, tetapi juga lahan dan lingkungan di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama terjadi pada Kamis (29/10) di Ongkoe, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang. Sementara itu, peristiwa kebakaran berikutnya terjadi pada Jumat (30/10) dini hari di Desa Tadang Palie, Kecamatan Cempa.

Dua kejadian tersebut mendorong pemerintah daerah melalui perangkat terkait untuk segera melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memastikan masyarakat yang mengalami musibah memperoleh perhatian dan dukungan, baik pada tahap tanggap darurat maupun selama proses pemulihan.

Melalui sinergi Dinas Sosial dan BPBD, pemerintah daerah berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan mendesak dan secara bertahap kembali menata kehidupan setelah bencana. (Ady)