BARRU,HBK – Saat bel istirahat berbunyi di Sekolah Rakyat Sulsel 1 Desa Lawallu, suasana berubah menjadi begitu hangat. Anak-anak duduk bersama, tersenyum sambil menikmati hidangan yang disajikan. Bukan sekadar mengenyangkan di sini, makanan adalah tentang gizi, kebersihan, dan harapan masa depan.
Haris, Kepala Sekolah Rakyat Sulsel 1 Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, ditemui Jumat (22/10/2026) melalui WhatsApp, mengatakan bahwa terkait menu makan dan minum SR Lawallu, penyedia telah masuk ke Sekolah Rakyat melalui proses pengadaan langsung dari Kemensos sejak masa MPLS lalu.
“Di Sekolah Rakyat Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, penyajian makanan bukan sekadar memberi makan anak-anak. Melainkan, kualitas bahan baku, kebersihan pengolahan, dan higienitas penyajian menjadi prioritas utama yang dijaga ketat setiap harinya,” jelas Haris.
“Di samping itu, program pemberian makanan bergizi ini diharapkan tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak-anak, sehingga mereka lebih siap berprestasi dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

1. Kualitas Bahan Terpenuhi, Kebersihan Jadi Prioritas
“Pelaksanaan pemberian makanan di Sekolah Rakyat Desa Lawallu tidak sekadar mengenyangkan. Pengelola menempatkan kebersihan, higienitas, dan kualitas bahan baku sebagai syarat utama dalam setiap penyajian. Bahan makanan yang digunakan dipilih segar, diolah dengan standar kebersihan yang ketat, dan disajikan dalam kondisi bersih dan sehat bagi anak-anak,” ungkap Muh Ikhsan Nur Azis, Penyedia Jasa Boga Katering Tiga Putra di SR Lawallu, saat ditemui Jumat (23/10/2026) di kediamannya.
“Adapun terkait penyediaan makan dan minum SR Lawallu, kami telah terlibat sejak awal pembukaan SR, tepatnya 31 Juli 2026 lalu. Kami lolos melalui pengadaan katalog elektronik Kemensos, bukan penunjukan sepihak dari sekolah maupun lelang biasa. Penyediaan katering ini sifatnya sementara. Informasi yang berkembang, ke depannya urusan makan dan minum Sekolah Rakyat Lawallu akan diambil alih langsung oleh pihak Kemensos ketika dapur Sekolah Rakyat telah selesai dan siap beroperasi,” kata Ikhsan.
“Terkait menu makan dan minum siswa, pihak Kemensos telah menyusun daftar menu beragam untuk siklus sekitar 10 hari. Setiap proses mulai dari persiapan bahan, pencucian, pengolahan, hingga penyajian dilakukan dengan teliti agar makanan yang dikonsumsi benar-benar aman dan menyehatkan. Kebiasaan makan bersama anak-anak didampingi pengajar juga menjadi momen yang mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan budaya hidup bersih,” jelas Ikhsan.
“Menu yang disajikan sederhana namun bernutrisi lengkap. Tersaji nasi putih hangat dengan lauk kaya protein ikan, ayam, daging, telur, tahu atau tempe serta sayuran. Sebagai penutup disajikan buah segar seperti melon, pisang, jeruk, anggur, dan lengkeng, dilengkapi camilan dan susu UHT,” kata Ikhsan.
2. Kebersihan dan Ketepatan Waktu Dijaga
“Kualitas makanan senantiasa dijaga dan disajikan dalam wadah kotak berbahan baja tahan karat yang higienis, mudah dibersihkan, dan terawat dengan baik. Semua diolah dengan standar kebersihan tinggi. Kegiatan persiapan dimulai sejak pukul 06.30 WITA setiap pagi. Kami memastikan semua bahan segar, tercuci bersih, dimasak matang sempurna, dan disajikan tepat waktu saat jam makan tiba,” beber Ikhsan.

3. Estimasi Anggaran
“Biaya per porsi makan sekitar Rp 15.000, sedangkan camilan Rp 7.500 per porsi. Dengan pola makan tiga kali sehari ditambah dua kali camilan setiap hari, jumlah porsi selalu disesuaikan dengan kehadiran siswa di SR Lawallu. Porsi yang disiapkan berkisar antara 320 hingga 400 per hari, menyesuaikan kehadiran siswa yang berfluktuasi karena ada yang izin pulang sementara,” terang Ikhsan.
Sementara itu, Haris menambahkan bahwa angka tersebut bukan sekadar biaya, melainkan investasi besar bagi masa depan anak-anak. Dengan perut yang kenyang dan gizi yang cukup, mereka bisa belajar lebih fokus, tumbuh lebih sehat, dan memiliki energi untuk meraih cita-cita.
“Meski nilainya terlihat besar, jika dihitung per orang, setiap anak hanya mendapat jatah sekitar Rp 45.000 hingga Rp 60.000 per hari untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Jauh lebih terjangkau dibandingkan jika keluarga harus memenuhi standar gizi yang sama secara mandiri,” tandasnya.
“Angka ini bukan sekadar biaya, melainkan investasi pada kesehatan dan kecerdasan generasi penerus. Tidak ada harga yang terlalu mahal untuk anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” tegas Haris, Kepala Sekolah Rakyat Sulsel 1 di Desa Lawallu.
Sementara itu, Hajjah Syarifah Ulfiah, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Barru, saat dikonfirmasi secara terpisah menyatakan belum mengetahui rincian teknis penyediaan makan dan minum di Sekolah Rakyat Desa Lawallu.
“Silakan tanyakan langsung kepada Kepala Sekolah SR di Lawallu. Hal tersebut sudah bukan lingkup kewenangan kami. Tugas kami terbatas hingga proses penerimaan siswa masuk sekolah. Selanjutnya, seluruh urusan Sekolah Rakyat termasuk penyediaan makan dan minum siswa menjadi kewenangan pengelola sekolah,” jawabnya singkat.
Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan untuk satu anak di Sekolah Rakyat Kemensos diperkirakan mencapai Rp 18.000.000 per siswa per bulan. Angka ini mencakup seluruh kebutuhan makan dan minum harian tiga kali makan utama ditambah dua kali camilan lengkap dengan susu.(Ril)





Tinggalkan Balasan