BARRU, HBK – Panas matahari musim kemarau semakin terik, sungai-sungai mulai menyusut, dan sumur warga perlahan mengering. Di tengah keterbatasan itu, harapan tak ikut surut. Pemerintah Desa Batupute hadir, membawa air bersih sekaligus perhatian yang tulus ke setiap sudut warga yang mulai kesulitan.

Setiap hari, kendaraan milik Desa berisi air bersih berkeliling desa. Bukan sekadar mengantar kebutuhan cairan, melainkan membawa pesan: pemerintah desa tidak berpaling dari warganya. Inilah wajah nyata Program Hijau Beraksi kepedulian yang tak hanya berhenti di rencana, tapi mengalir nyata hingga ke rumah-rumah warga.

Jaharuddin, Kepala Desa Batupute, memahami betul betapa vitalnya setetes air di musim seperti ini. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tak bisa ditawar. Ketika alam memberi sedikit, kita harus saling berbagi lebih banyak,” ucapnya dengan tulus.

Penyaluran air ini dilakukan tiap hari, siang hingga malam, memastikan tak ada keluarga yang tertinggal tanpa pasokan. Bagi Jaharuddin yang juga dikenal pernah mengabdi sebagai PLT Danramil Soppeng Riaja melayani warga adalah panggilan yang tak mengenal jam kerja.

“Alhamdulillah, penyaluran kita siang sampai malam,” katanya sambil tersenyum, seolah lelah terbayar lunas melihat wajah warga yang kembali tenang.

Di balik rutinitas mengantar air, tersimpan doa yang sama dari seluruh warga: semoga hujan segera turun, mata air kembali mengalir deras, dan keseimbangan alam pulih.

Namun sampai saat itu tiba, mobil desa akan terus berjalan menjaga agar kehidupan tetap berjalan, keluarga tetap terhidar, dan harapan tetap tak pernah kering.

Musim kemarau boleh menyulitkan mencari air, tapi tak akan mampu mengeringkan rasa peduli yang mengalir di Desa Batupute.(Dman/Aril)