“Bupati Bantaeng Pimpin Gerakan Peduli Air Bersih Selama 10 Pekan”
BANTAENG, HBKΒ β Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengintensifkan upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui program Bantaeng Peduli.
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara langsung melepas pendistribusian air bersih bagi masyarakat di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (8/10/2026).
Program ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong lintas sektor dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Gerakan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, hingga jajaran kepala sekolah yang turut berkontribusi secara sukarela.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng Bambang Supriyono, Pj. Sekretaris Daerah Bantaeng H. Muhammad Tafsir, perwakilan unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Abdul Rahman Tompo, Wakil Ketua I DPRD Bantaeng Hj. Kasmawati, para kepala OPD, serta sejumlah kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dengan berpartisipasi dalam program pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
βAlhamdulillah, luar biasa keikhlasan teman-teman. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 10 minggu ke depan. Sekali lagi, terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan pada sore hari ini, insyaallah, akan dibalaskan kebaikannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa,β ujar Bupati.
Bupati berharap program Bantaeng Peduli dapat berjalan secara berkelanjutan selama masa pelaksanaannya sehingga bantuan air bersih bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, terutama ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan dasar.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Forkopimda, perbankan, dan unsur pendidikan, program Bantaeng Peduli diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak kekeringan sekaligus memperkuat budaya saling membantu di tengah masyarakat.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan air bersih, kepedulian dan kerja sama berbagai pihak dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit. (Arya)


Tinggalkan Balasan