SIGI, HBK Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan program diseminasi hasil penelitian bagi para guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Pembelajaran Kreatif Berbasis Kearifan Lokal” tersebut berlangsung selama dua hari, 21–22 Agustus 2026, di Jalan Dolo-Sidera, Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Program dikemas melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) awal, serta pelatihan intensif bertajuk “Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan Pembelajaran Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Melalui Bernyanyi Lagu Daerah dengan Metode Solfegio.”

Ketua Tim Pengabdi UNTAD, Yun Ratna Lagandesa, S.Pd., M.Pd., mengatakan program yang didanai melalui DIPA BLU Universitas Tadulako Tahun Anggaran 2026 tersebut bertujuan membekali para guru dengan metode pembelajaran yang inovatif dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah.

Selain meningkatkan kreativitas dalam proses belajar mengajar, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu guru menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi siswa.

“Pembelajaran kreatif berbasis kearifan lokal diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang membuat siswa lebih dekat dengan budaya daerahnya sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan,” ujar Yun Ratna Lagandesa.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen UNTAD yang terdiri atas Eva Setya Rini, M.Pd., Putriwanti, S.Pd., M.Pd., dan Muslim AR, S.Pd., M.Pd., turut didukung empat mahasiswa sebagai pembantu lapangan, yakni Muhammad Kausar, Nurul Hidayah, Denisa, dan Adit.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pelatihan dan pendampingan dapat berjalan secara optimal.

Para guru peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga praktik langsung penerapan metode Solfegio melalui lagu-lagu daerah.

Metode tersebut diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan dalam mengembangkan pembelajaran seni dan budaya yang kreatif sekaligus tetap berpijak pada kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, para guru SD di Kecamatan Dolo diharapkan dapat mengimplementasikan model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya daerah.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Tadulako Nomor 3141/UN28/2026.

Program ini juga mendapat dukungan dari Kepala LPPM Universitas Tadulako, Dr. Lukman, M.Hum., sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan budaya lokal di Sulawesi Tengah.

(Abbas)