SIDRAP, HBK — Ancaman kekeringan mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Terbatasnya pasokan air membuat lahan persawahan membutuhkan pengairan tambahan agar tanaman padi tetap bertahan di tengah musim kemarau. 
Merespons kondisi tersebut, Polres Sidrap kembali mengerahkan kendaraan taktis Water Cannon untuk membantu menyuplai air ke lahan persawahan warga di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Jumat (14/8/2026).
Personel Satuan Samapta Polres Sidrap turun langsung ke lokasi dipimpin Kasat Samapta AKP Aiyub. Kendaraan Water Cannon yang biasanya digunakan untuk mendukung tugas kepolisian kali ini dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pengairan petani.
Salah satu lahan yang mendapat bantuan adalah sawah milik H. Mustamin (50) dengan luas sekitar 80 are.
Sawah tersebut mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat kondisi kemarau. Jika berlangsung berkepanjangan, keterbatasan air dikhawatirkan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi.
Setibanya di lokasi, personel Samapta mengarahkan semprotan Water Cannon ke saluran dan area persawahan agar air dapat menjangkau tanaman yang membutuhkan pengairan.
Langkah tersebut menjadi solusi sementara untuk membantu petani mempertahankan kondisi tanaman sembari menghadapi keterbatasan sumber air.
H. Mustamin menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian jajaran Polres Sidrap yang turun membantu petani ketika pasokan air menjadi kebutuhan mendesak.
Bagi petani, bantuan tersebut bukan sekadar suplai air, tetapi juga memberi harapan agar tanaman padi yang telah ditanam tetap dapat dipertahankan hingga kondisi pengairan kembali membaik.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pemanfaatan sarana kepolisian untuk kegiatan kemanusiaan dan membantu kebutuhan masyarakat.

Di tengah ancaman kemarau, kehadiran Water Cannon Polres Sidrap di area persawahan menjadi bagian dari upaya mendukung petani sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan di daerah.
Polres Sidrap juga berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus terbangun sehingga masyarakat, pemerintah dan seluruh stakeholder dapat bersama-sama menghadapi dampak musim kemarau. (Arya)


Tinggalkan Balasan