BARRU,HBK – Nur Hasbiah Main, S.Sos. M. Ap Anggota DPRD Sulaweai Selatan melaksanakan reses di Dusun Dusung, Desa Cilellang Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru pada Minggu (26/7/2026).
Kegiatan reses bertujuan untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan harapan langsung dari masyarakat setempat mendengar permasalahan yang dihadapi warga terkait infrastruktur, pelayanan publik, pertanian, dan kebutuhan dasar lainnya memberikan penjelasan mengenai program kerja yang telah dijalankan serta rencana ke depan serta enindaklanjuti usulan warga ke intansi terkait.
Kegiatan Reses dan Temu Konstituen yang dilaksanakan oleh Nur Hasbiah Main S.Sos., M.AP, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, pada Masa Persidangan III Tahun 2026, berlangsung Minggu 26 Juli 2026.di hadiri ratusan warga Dusun Dusung Desa Cilellang Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.
Nur Hasbiah mengenakan busana berwarna terang dan kerudung, sedang berdiri di depan spanduk besar sambil memegang mikrofon, menyampaikan sambutan dan mendengarkan aspirasi warga.
Di hadapannya duduk banyak warga yang sebagian besar mengenakan kerudung dengan berbagai warna, tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap harapan, keluhan, dan usulan langsung dari masyarakat serta menyampaikan program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.
Berdasarkan kegiatan Reses dan Temu Konstituen yang dilakukan Nur Hasbiah Main S.Sos., M.AP di Dusun Dusung, Desa Cilellang, usulan pembangunan masjid yang disampaikan warga menjadi salah satu aspirasi penting yang dicatat.
Menurut Hasbiah akan dilakukan pencatatan dan verifikasi kebutuhan ini akan didata secara rinci, meliputi lokasi yang diusulkan, luas lahan, dan perkiraan kebutuhan pembangunan.
Disamping itu akan dilakukan koordinasi Instansi akan disampaikan kepada Dinas terkait dan pemerintah daerah untuk ditinjau kelayakannya serta dialokasikan dalam rencana anggaran yang sesuai,”ujarnya.
Kemudian tindak lanjut hasil pembahasan akan dikabarkan kembali kepada warga secara terbuka, dan akan didorong agar prioritas pembangunan ini segera mendapatkan perhatian,saya akan berjuang memfasilitasi kebutuhan warga demi kenyamanan beribadah dan kemajuan wilayah setempat,”tandasnya.
Sementara itu dalam reses juga terungkap aspirasi warga terkait perbaikan dan pembangunan akses jalan di wilayah Mattiro Bulu juga turut dicatat sebagai salah satu prioritas utama dalam kegiatan reses ini.
Warga menyampaikan kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan sempit menyulitkan mobilitas sehari-hari, terutama saat musim hujan. Bahkan menurut warga menghambat distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ke pasar.
Dalam pamaparannya Nur Hasbiah bakal meminta instansi terkait untuk
melakukan survei dan pendataan rinci mengenai titik-titik jalan yang paling membutuhkan penanganan segera.
Dan mengkoordinasikan usulan ini dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan pemerintah daerah terkait untuk masuk dalam daftar prioritas perencanaan dan anggaran.

Nur Hasbiah menegaskan akan memperjuangkan kedua aspirasi ini baik pembangunan masjid maupun perbaikan akses jalan di Mattiro Bulu sebagai wujud tanggung jawab memperjuangkan kepentingan masyarakat konstituennya.
Pada kesempatan tersebut, tidak lupa Nur Hasbiah Main S,Sos M,AP juga menyampaikan penegasan terkait kebijakan kepegawaian negara.
“Tidak lagi ada status tenaga honorer, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah, dan pemerintah berkomitmen menyelesaikan seluruh penataan kepegawaian ini paling lambat hingga akhir tahun 2026,”terangnya.
“Kebijakan ini merupakan tindak lanjut regulasi yang mengatur penghapusan status tenaga honorer secara bertahap,pemerintah sedang menata status para tenaga kerja tersebut melalui jalur pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, atau opsi lain yang layak dan terhormat,”bebernya.
“Saya mengimbau seluruh warga yang berstatus tenaga honorer untuk memantau informasi resmi dari instansi terkait, mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan, dan berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar ataupun hoax,”harapnya.
Ia juga berjanji akan terus memantau perkembangan kebijakan ini serta membantu memfasilitasi informasi dan pendampingan bagi warga di wilayah konstiituennya.
Pada kegiatan sesi penutup reses muncul dua usulan terkait ketersediaan tempat sampah yang memadai dan rencana lokasi Kopdes juga menjadi salah satu aspirasi penting yang disampaikan warga dalam kegiatan reses tersebut.
Warga Dusun Dusung Cilellang mengungkap kurangnya jumlah tempat sampah di titik-titik strategis membuat sampah sering berserakan, belum adanya sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah yang teratur. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan desa Diisamping itu warga juga mempertanyakan rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) di lokasi Taman Makam Pahlawan (TMP) dan warga menolak rencana tersebut.
Nur menjelaskan bahwa kendala lahan memang sering terjadi, namun jika warga tidak setuju, pembangunan tersebut tentu tidak akan dilaksanakan di lokasi itu.Dia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti fasilitas ibadah, jalan, hingga kebersihan lingkungan adalah prioritas yang akan terus diperjuangkan demi kesejahteraan warga.
Diakhir acara reses dan menutup kegiatan Nur Hasbiah Main S, Sos, M. Ap mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan amanah dari konstituennya selama ini dan berharap tetap solid dalam nendukungannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.(Ril)




Tinggalkan Balasan