SIDRAP, HBK – Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.

Melalui kebijakan dan perintah langsung Bupati Sidrap, armada pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk menyuplai air ke sejumlah area persawahan yang membutuhkan, khususnya lahan pertanian yang mulai terdampak kekeringan.

Sejumlah wilayah telah menjadi sasaran penyaluran air oleh tim Damkar, di antaranya Kecamatan Bulo dan Kecamatan Panca Rijangaupun Baranti yang tanaman padi mereka sudah dmasuki usia 3 hingga 4 bulan.

Di Kecamatan Panca Rijang, bantuan suplai air menyasar area persawahan di Desa Timoreng Panua.

Sejumlah petani mengaku terbantu setelah lahan persawahan mereka mendapatkan pasokan air dari armada Damkar.

Tanaman padi di wilayah tersebut saat ini rata-rata telah berusia sekitar empat hingga lima bulan.

Kondisi itu membuat kebutuhan air semakin penting, terlebih tanaman padi mulai memasuki fase akhir pertumbuhan dan mendekati masa panen.

Lahan persawahan tersebut merupakan bagian dari musim tanam April–September 2026.

Memasuki musim kemarau saat ini, kebutuhan pasokan air menjadi semakin mendesak agar tanaman padi dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap kondisi masyarakat, khususnya para petani yang tengah menghadapi ancaman kekeringan.

Para petani pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, khususnya Bupati H. Syaharuddin Alrif, yang dinilai hadir memberikan solusi di tengah kebutuhan masyarakat.

Terlebih, sejumlah area persawahan tersebut tidak lama lagi akan memasuki masa panen. Bantuan pasokan air diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tanaman hingga hasil panen dapat dituai.

“Assalamualaikum, terima kasih Pak Bupati atas bantuan air untuk petani di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang,” tulis salah seorang petani Bulo melalui pesan WhatsApp kepada Bupati Sidrap.

Para petani berharap langkah cepat pemerintah daerah tersebut dapat terus dilakukan apabila kondisi kemarau berkepanjangan dan sejumlah lahan pertanian kembali membutuhkan pasokan air.

Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian serta memastikan para petani tetap mendapatkan dukungan di tengah ancaman musim kemarau. (Arya)