BARRU, HBK – Kabar menggembirakan bagi pengguna jalan raya di wilayah Kabupaten Barru. Perbaikan jalan berlubang berupa penambalan aspal telah tuntas dilakukan di sepanjang ruas Poros Pangkep hingga batas wilayah Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi.

Pekerjaan penambalan tersebut sebenarnya sudah selesai dikerjakan sejak beberapa bulan lalu. Kini, fokus perbaikan beralih ke pengecoran beton yang masih berlangsung di ruas Poros Butung Pangkep yang terhubung ke Poros Tanete, Barru.

“Kami sedang melaksanakan pengecoran beton jalan negara di ruas Poros Pangkep hingga Poros Tanete. Selain itu, kami juga meratakan bahu jalan di sepanjang lintasan tersebut,” ungkap Laupe, Pegawas BPPJN Kementerian PU Provinsi Sulawesi Selatan, saat ditemui di lokasi perbaikan Jembatan Sungai Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Selasa (14/7/2026).

Laupe menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melaksanakan pekerjaan sesuai instruksi. “Terkait nilai pagu anggaran, kami selaku pengawas di lapangan tidak mengetahui rinciannya secara pasti. Intinya, jika ada tugas atau perintah perbaikan dari BPPJN wilayah Pangkep–Barru, maka langsung BPPJN kerjakan sebaik mungkin,” jelasnya.

Dua Jembatan Ditutup Sementara

Selain perbaikan permukaan jalan, saat ini sedang berlangsung pula perbaikan pada dua jembatan strategis, yaitu Jembatan Sungai Takkalasi dan Jembatan Sungai Mangkoso. Demi kelancaran dan keselamatan pekerjaan, akses kendaraan menuju kedua jembatan tersebut ditutup sementara waktu.

Sementara itu, progres pengecoran beton di ruas Poros Butung Pangkep kini telah mencapai wilayah Pekkae, Tanete. Laupe belum bisa menyebutkan total panjang jalan yang telah diperbaiki, mengingat pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terfokus pada titik-titik kerusakan yang tersebar.

Harapan Warga dan Realita Anggaran

Kehadiran perbaikan ini disambut lega oleh warga sekitar. Syawal (50), warga Kelurahan Bojo yang setiap hari melintasi jalan tersebut, mengaku kondisinya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Dulu jalannya sangat parah, rawan menyebabkan ban pecah dan kerusakan kendaraan. Sekarang sudah lumayan lah, setelah ditambal. Kami jadi lebih tenang saat melintas,” ujarnya.

Meski bersyukur, Syawal tak bisa menutupi perbandingan kondisi jalan antar wilayah. “Jalan negara di Pulau Jawa kondisinya mulus, karena ditunjang anggaran besar, peralatan canggih, dan bahan yang memadai. Kembali lagi soal alokasi anggaran dan sumber daya yang tersedia. Kalau dibandingkan di Sulawesi Selatan, tentu kondisinya masih jauh berbeda,” pungkasnya.

Pemkab Barru: Sesuai Kewenangan

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barru, Rusdy Syam, membenarkan adanya perbaikan yang berdampak positif bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan pembagian wewenang pengelolaan jalan.

“Urusan jalan Poros Negara sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BPPJN, sedangkan jalan di lingkup daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten,” jelas Rusdy.

“Namun kami mengapresiasi, kondisinya sudah jauh lebih baik. Berkat penambalan dan penggantian beton, jalan poros kini sudah bisa dilalui dengan cukup nyaman dan aman,” bebernya.(Ril)