SIDRAP, HBK – Keramahan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi salah satu kesan paling membekas bagi para peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Pujian tersebut datang dari Kontingen Kabupaten Luwu Timur yang mengaku merasakan sambutan penuh kehangatan sejak pertama kali tiba di Bumi Nene Mallomo.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, Kabupaten Sidrap dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang tertata, ramah, dan penuh nuansa kekeluargaan kepada ribuan tamu dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Kontingen Luwu Timur sendiri hadir dengan kekuatan besar. Sebanyak 1.200 guru ikut ambil bagian dalam ajang ini, diperkuat 124 atlet serta 24 pelatih dan ofisial yang akan bertanding pada 24 cabang olahraga dan seni, mulai dari Petanque, Pickleball, Mendongeng, hingga berbagai cabang perlombaan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K., S.Pd., M.Si., didampingi Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, panitia pelaksana, serta masyarakat yang dinilai memberikan pelayanan luar biasa.
“Luar biasa pelayanan teman-teman di Sidrap. Sejak kami tiba, masyarakatnya sangat ramah. Kami dijemput, didampingi hingga ke sekolah tempat menginap, dan seluruh kebutuhan kami dilayani dengan sangat baik. Kami benar-benar merasa seperti berada di rumah sendiri,” ungkap Raoda.
Menurutnya, pelayanan yang diterima bukan sekadar mencerminkan kesiapan panitia dalam menyukseskan Porsenijar, tetapi juga memperlihatkan karakter masyarakat Sidrap yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap setiap tamu yang datang.
Di balik semangat kebersamaan tersebut, Kontingen Luwu Timur juga membawa target prestasi yang cukup ambisius. Sesuai arahan Bupati Luwu Timur, mereka menargetkan mampu menembus posisi lima besar klasemen akhir Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
“Insyaallah kami akan berjuang maksimal. Target kami minimal masuk lima besar. Semoga seluruh atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya optimistis.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu, panitia Porsenijar menyerahkan cenderamata khas Kabupaten Sidrap berupa beras dan telur kepada Kontingen Luwu Timur. Cenderamata tersebut diterima langsung oleh Raoda bersama Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto.
Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Juli 2026 di Kabupaten Sidrap dengan melibatkan sekitar 64 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Besarnya jumlah peserta tidak hanya menjadi tantangan bagi tuan rumah, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa Sidrap mampu menyelenggarakan event berskala provinsi dengan pelayanan yang baik, aman, dan nyaman.
Keramahan masyarakat, semangat gotong royong, serta pelayanan yang humanis selama penyelenggaraan kegiatan menjadi cerita yang dibawa pulang oleh banyak kontingen. Bagi para tamu, Sidrap kini tidak hanya dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Sulawesi Selatan, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki budaya melayani, menghormati tamu, dan menjadikan setiap orang yang datang merasa seperti bagian dari keluarga.
Melalui penyelenggaraan Porsenijar PGRI Sulsel 2026, citra Kabupaten Sidrap diharapkan semakin menguat, bukan hanya melalui keberhasilan pembangunan yang terus ditorehkan, tetapi juga lewat nilai-nilai keramahan dan persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Bumi Nene Mallomo. (Arya)



Tinggalkan Balasan