SIDRAP, HBK — Dugaan praktik “tangkap lepas” kembali mencuat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Tiga warga masing-masing berinisial AD, IC, dan RS mengaku sempat diamankan oleh sejumlah oknum aparat yang mengatasnamakan tim dari Polda Sulsel, sebelum akhirnya dilepas setelah keluarga disebut menyerahkan uang sebesar Rp75 juta.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di salah satu rumah kawasan BTN Chairah, Jalan masuk kompleks perkantoran SKPD Sidrap, tepatnya di sekitar jalur depan Makodim Sidrap.
Menurut informasi yang dihimpun, saat itu ketiga pria tersebut sedang duduk berbincang sebelum tiba-tiba didatangi sejumlah pria yang mengaku aparat kepolisian dari tim khusus Polda Sulsel.
Tanpa banyak penjelasan, ketiganya langsung digerebek dan dibawa ke Makassar. Tidak hanya itu, tiga unit sepeda motor berbagai merk milik mereka juga ikut diamankan.
Ketiga warga tersebut disebut diperiksa terkait dugaan penipuan berkedok “Sobis” atau sosial bisnis. Ada juga sejumlah Gawai berbagai merk ikut diamankan sebagai barang bukti
Namun yang menjadi sorotan, sehari setelah diamankan, keluarga mengaku mendapat komunikasi intens dari salah satu oknum aparat yang meminta “mahar” agar ketiga warga itu bisa dibebaskan.
Nilainya tidak sedikit, yakni Rp75 juta atau masing-masing Rp25 juta per orang.
“Keluarga panik dan berusaha mencari pinjaman kesana kemari karena takut mereka diproses lebih jauh,” ungkap salah satu sumber keluarga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Negosiasi disebut berlangsung hingga larut malam. Setelah dana terkumpul, uang tersebut kemudian diserahkan pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA di wilayah Dua Pitue, Kelurahan Tanru Tedong, Sidrap.
Usai uang diberikan, ketiga warga itu disebut langsung dipulangkan ke Sidrap.
Masih keterangan keluarga pelaku yang ditangkap menyebutkan sesuai yang diliat, para aparat ini datang menggunakan mobil jenis Toyota Innova dan memantau pergerakan ketiganya sebelum akhirnya ketiganya AD, IC dan RS diangkut ke Makassar dan sempat diinapkan selama dua malam.
Tim oknum aoarat juga ini sudah diketahui identitasnya sesuai keterangan ketiga pelaku yang ditangkap pada saat itu, namun masih dirahasikan awak media ini untuk mengkonfirmasi kebenarannya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena muncul dugaan adanya praktik penangkapan tanpa prosedur jelas disertai permintaan uang kepada keluarga terduga pelaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penangkapan dan permintaan uang tersebut. Media ini juga masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut. (Arya)




Tinggalkan Balasan