JAKARTA, HBK – ir Teguh Iswara Suardi ST MSc Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem memberikan kuliah tamu di Universitas Indonesia dengan tema “Advokasi Kebijakan dan Komunikasi Risiko untuk Keselamatan Publik” pada Sabtu (10/5/2026) kemarin.

Adapun kuliah tamu berlangsung di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini menjadi ruang dialog antara dunia akademik dan pembuat kebijakan dalam membahas keterkaitan erat antara infrastruktur, transportasi, kesehatan masyarakat, dan keselamatan publik.

Teguh Iswara Suardi dalam kesempatan tersebut,membagikan perspektif berdasarkan pengalamannya sebagai politisi sekaligus praktisi yang saat ini bertugas di Komisi V DPR RI, komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata bicara soal aspek teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dimensi kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Sering kali kita melihat pembangunan hanya dari sisi fisik dan percepatan proyek. Padahal, setiap kebijakan infrastruktur harus diuji dampaknya terhadap keselamatan publik dan kualitas hidup masyarakat. Di sinilah pentingnya komunikasi risiko dan advokasi kebijakan yang berbasis data,” kata Teguh.

Ia membahas sejumlah materi strategis, mulai dari pendidikan politik, proses pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan, hingga pentingnya komunikasi publik yang efektif dan efisien, khususnya dalam isu kesehatan dan keselamatan.

Menurutnya, mahasiswa kesehatan masyarakat perlu memahami bagaimana proses politik bekerja agar dapat berkontribusi dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

“Mahasiswa kesehatan masyarakat tidak cukup hanya memahami aspek teknis kesehatan. Mereka juga harus mampu masuk ke ruang advokasi, memahami proses legislasi, dan menyampaikan evidence secara persuasif agar dapat memengaruhi kebijakan publik,” jelas Teguh Iswara Suardi selaku anggota Komisi V DPR RI asal Partai NasDem dalam keterangan resminya ke redaksi harian.fajar.co.id pada Minggu (10/5/2026) via WhatsApp.

Teguh juga menyoroti perlunya penyelarasan perspektif lintas sektor, termasuk antara pendekatan teknis infrastruktur yang menjadi ranah Komisi V DPR RI dengan aspek kesehatan masyarakat.

“Keselamatan jalan, transportasi publik, hingga desain infrastruktur yang ramah pengguna adalah contoh nyata bahwa sektor perhubungan dan kesehatan masyarakat saling terkait. Kolaborasi lintas disiplin adalah kunci,” beber Teguh.

Kuliah tamu ini mendapat sambutan positif dari para mahasiswa FKM UI. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan kritis terkait efektivitas komunikasi risiko pemerintah, tantangan advokasi kebijakan berbasis bukti, hingga implementasi aspek keselamatan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Seorang perwakilan mahasiswa menyampaikan apresiasinya atas perspektif praktis yang disampaikan.
“Kuliah ini memberi sudut pandang baru bagi kami tentang bagaimana isu kesehatan masyarakat dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan. Penjelasan Pak Teguh membuka wawasan tentang pentingnya memahami proses politik dan legislasi,” tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara akademisi dan pembuat kebijakan untuk memperkuat advokasi kebijakan berbasis bukti demi terwujudnya keselamatan publik yang lebih baik di Indonesia.(Aril)