BARRU,HBK – Minimnya ketersediaan stok kartu ATM pada Bank BRI Cabang Kabupaten Barru diyakini dalam keadaan kosong sehingga tidak sedikit nasabah bank BRI mengeluhkan hal tersebut.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah kantor unit BRI Cabang Barru sepertinya urusan pergantian kartu ATM yang rusak maupun aus bagi nasabah bank BRI yang membutuhkan tidak lagi tersedia dan disiapkan seperti sedia kala.
“Sudah 1 bulan kartu ATM saya patah dan saya mau ganti dengan yang baru untuk mengantiisipasi kebutuhan penarikan uang dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan sehari-hari di rumah tapi sayangnya pihak BRI tidak punya stok kartu ATM,” ungkap Rus (45) warga Siddo Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru sembari mengeluh dan mengomel stok kartu ATM BRI belum ada, saat ditemui Senin (27/4/2026) di pelataran kantor BRI Unit Soppeng Riaja.
Masalah yang sama juga dialami Pardi (50) warga Takkalasi Kecanatan Balusu Kabupaten Barru usai mendatangi kantor unit Takkakasi.

“Saya tidak tahu sejak kapan stok kartu ATM BRI tidak ada sebab setahu saya bank BRI stoknya selalu ada,tapi sekarang kenyataanya ini sudah berminggu-minggu belum ada karna sekarang mau ganti kartu ATM kata petugas BRI stok Kartu ATM, belum datang masih dalam proses pengiriman.
Dilain pihak Maudina selaku Sekertaris BRI Cabang Barru yang coba di konfirnasi via WhatsApp terlait hal ini mengatakan bahwa stok ATM masih kosong.
Kendati demikian Ratnasari P selaku Manager Operasional BRI Cabang Barru ditemui Senin (27/4/2026) di ruang kerjanya membenarkan kelangkaan stok kartu ATM BRI.
Menurut Ratnasari kelangkaan stok ATM BRI sudah lama sejak beberapa bulan lalu, dan ini terjadi bukan cuma di Barru namun kekurangan stok di kantor-kantor cabang seluruh Indonesia.
“Akan tetapi untuk cabang tetap melakukan permintaan pengadaan ATM BRI sebab di layar monitor CS maupun Teller langsung konek dengan kantor pusat terkait hal tersebut, “ujarnya.

“BRI Cabang tetap menerima stok dari pusat namun jumlahnya terbatas hanya 200 picis dan stok ini tidak cukup untuk semua kantor unit cabang, terkadang kami juga mengirim ke unit sebanyak 20 picis untuk antisipasi permintaan nasabah dan masyarakat.
” Kemudian yang menangani terkait produksi kartu ATM juga adalah pihak ke tiga ada vendor yang menangani sehingga kita di cabang hanya request ke kantor pusat,,”tandasnya.
“Ada stok beberapa waktu lalu namun terbatas dan sekarang habis lagi dan pihak kantor cabang sangat memahami keinginan dari nasabah, semoga dalam waktu dekat para nasabah dapat melakukan pergantian kartu ATM yang rusak maupun sudah aus,” kunci Ratnasari. (Ril)




Tinggalkan Balasan