PINRANG, HBK — Pemerintah Kabupaten Pinrang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Niño, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid memimpin langsung rapat koordinasi strategis, Senin (27/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi El-Nino berpotensi berlangsung cukup panjang dan berdampak pada sektor pertanian.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan pentingnya langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk mencegah potensi gagal panen. Ia menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital karena langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

“Pertanian adalah sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Setiap langkah antisipasi harus memastikan petani tetap bisa berproduksi dan tidak mengalami kerugian,” tegasnya.

Sejumlah strategi pun disiapkan, di antaranya optimalisasi pompanisasi dan pemanfaatan air tanah guna mengatasi keterbatasan air selama musim kemarau. Selain itu, seluruh sumber daya diminta untuk dimaksimalkan demi menjaga produktivitas lahan pertanian.

Peran penyuluh pertanian juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah meminta para penyuluh aktif turun ke lapangan memberikan pendampingan intensif kepada petani, mulai dari masa tanam hingga panen.

“Jangan sampai petani merasa tidak diperhatikan. Kehadiran penyuluh di lapangan sangat penting,” lanjut Bupati Irwan.

Tak hanya itu, konsistensi pola tanam turut menjadi perhatian. Dari total sekitar 51.000 hektar lahan tanam, tercatat sekitar 1.300 hektar mengalami penurunan produksi. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksinkronan waktu tanam yang memicu berkembangnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Karena itu, pemerintah mendorong keseragaman musim tanam guna menekan serangan hama sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap para petani tetap mampu menjaga produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim. Dengan demikian, ketersediaan pangan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, dapat terus meningkat. (Ady)