BARRU, HBK – Kegiatan HMI Tiingkat Nasional dihadiri Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap.,S.I.K.,M.H.Kedatangan Kapolres Barru sebagai undangan narasumber dalam kegiatan Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026, pukul 09.00 Wita, bertempat di Gedung Bola Sobae, Kabupaten Barru.
Kapolres Barru membawakan materi bertajuk “Amanah di atas Seragam: Memperkuat Sistem Pengawasan Internal Demi Polri yang Presisi dan Humanis.” Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membangun sinergi antara Polri dan kalangan mahasiswa, khususnya dalam penguatan fungsi pengawasan terhadap institusi negara.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua HMI Cabang Barru Hendra, S.Pd, Master of Training Asdar, S.E., M.E, Egi selaku Master of Training, serta para peserta Training Raya Tingkat Nasional HMI dari berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, Kapolres Barru menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam melakukan fungsi pengawasan sosial terhadap jalannya pemerintahan dan institusi negara. Ia menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas, yakni mendukung tercapainya kepentingan masyarakat serta tujuan organisasi secara konstruktif.
Kemudian Kapolres Barru menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan sebagai landasan utama dalam menjalankan fungsi pengawasan. Hal ini dinilai penting agar pengawasan yang dilakukan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Dalam konteks internal Polri, disampaikan bahwa terdapat sistem pengawasan internal yang bertugas mengawasi kinerja anggota. Selain itu, pengawasan eksternal juga memiliki peran penting yang berasal dari masyarakat, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen lainnya.
“Polri terus berupaya melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan Polri yang Presisi dan humanis,”jelas Kapolres Barru.
Ananda juga menegaskan bahwa terhadap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses melalui mekanisme kode etik profesi. Apabila pelanggaran tersebut mengandung unsur pidana, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Selanjutnya kegiatan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber, mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Adapun seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Polri dan mahasiswa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.(Tsr/Ril)




Tinggalkan Balasan