BALI, HBK — Di tengah padatnya agenda kenegaraan, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, kembali menunjukkan komitmennya untuk umat.

Tanpa mengenal hari libur, ia menggelar kegiatan temu umat di Bali, sebuah momentum penting yang menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Dirjen Bimas Hindu, Direktur Pendidikan Tinggi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Bupati Bangli, anggota DPR RI, serta tokoh masyarakat lintas elemen.

Acara tersebut merupakan undangan langsung dari Dirjen Bimas Hindu yang secara khusus mengangkat isu strategis tentang kerukunan dalam keanekaragaman.

Dalam forum itu, Menteri Agama menekankan bahwa Indonesia adalah rumah besar yang dibangun dari perbedaan, namun dipersatukan oleh nilai-nilai toleransi.

“Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kesadaran kolektif seluruh anak bangsa,” tegas Menag dalam sambutannya.

Tak hanya itu, kunjungan kerja ini juga dirangkaikan dengan peresmian Fakultas Teknologi Sains di Universitas Hindu Negeri (UHN) Ida Bagus Sugriwa.

Peresmian ini menjadi simbol kemajuan pendidikan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang hingga kini tetap menjaga kedamaian di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus merawat harmoni. Ini adalah kekuatan terbesar bangsa kita,” ujar Nasaruddin Umar.

Di balik kelancaran agenda tersebut, peran H. Bunyamin M. Yapid sebagai staf khusus Kementerian Agama RI juga mendapat perhatian.

Meski tengah menjalankan ibadah umrah, ia tetap aktif memfasilitasi kebutuhan Menteri Agama.

Dedikasi tersebut menjadi gambaran nyata semangat pengabdian tanpa batas.

“Kami ini santri, tugas untuk umat tidak mengenal waktu dan tempat,” ungkapnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan terhadap umat tidak pernah berhenti.

Di tengah dinamika bangsa, kehadiran negara melalui tokoh-tokohnya menjadi peneguh bahwa Indonesia tetap kokoh dalam bingkai keberagaman. (H.Moel)