PINRANG, HBK – Fenomena permainan tembak-tembakan menggunakan peluru jelly yang tengah viral kini mulai meresahkan masyarakat di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Aktivitas yang seharusnya sekadar hiburan itu justru berubah menjadi gangguan serius bagi ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Ironisnya, permainan tersebut dilakukan di jalan poros Pinrang–Makassar, tepatnya di depan Gedung Golkar Kabupaten Pinrang, yang merupakan salah satu jalur utama dengan arus kendaraan cukup padat setiap harinya.
Pantauan warga, para pemain yang membawa senjata mainan jenis tembak peluru jelly sering kali bermain di tengah badan jalan.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu, bahkan beberapa kali menyebabkan kendaraan harus melambat hingga terjadi kemacetan.
Situasi tersebut tentu saja menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Selain mengganggu ketertiban, aktivitas ini juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Salah satu warga berinisial TL mengaku resah dengan kondisi tersebut.
Ia berharap aparat kepolisian segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini sudah sangat meresahkan. Mereka bermain di tengah jalan poros, kadang sampai menutup jalan. Kami berharap Kapolres Pinrang segera menindaklanjuti, jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan penindakan,” ujar TL kepada media ini.
Menurutnya, keberadaan permainan tersebut bukan lagi sekadar hiburan anak muda, tetapi sudah masuk kategori mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga juga mempertanyakan pengawasan aparat di wilayah tersebut, mengingat lokasi permainan berada di jalur utama yang seharusnya menjadi perhatian dalam pengamanan lalu lintas.
“Kalau dibiarkan terus, ini bisa menjadi preseden buruk.
Jalan negara berubah jadi arena permainan. Padahal tugas polisi jelas, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap seorang warga lainnya (13/03/2026) dinihari.
Masyarakat berharap Polres Pinrang melalui satuan terkait segera melakukan penertiban, memberikan edukasi kepada para pemain, serta mengambil langkah tegas jika aktivitas tersebut tetap dilakukan di badan jalan.
Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin permainan yang sedang viral ini justru berujung pada insiden kecelakaan atau konflik di tengah masyarakat.
Kini publik menunggu respons cepat dari aparat kepolisian.
Sebab keamanan jalan raya bukan sekadar tanggung jawab pengguna jalan, tetapi juga bagian dari tugas utama negara melalui aparat penegak hukum untuk memastikan ruang publik tetap aman, tertib, dan tidak berubah menjadi arena permainan yang membahayakan (Ady)









Tinggalkan Balasan