SIDRAP, HBK — Semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. 
Menindaklanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang gerakan bersih-bersih fasilitas umum (fasum) dan lingkungan rumah ibadah, jajaran kepolisian bersama pemerintah desa dan warga turun langsung melakukan aksi nyata di lapangan.
Kasat Intelkam Polres Sidrap, IPTU Aswan, terlihat membaur tanpa sekat bersama masyarakat membersihkan rumput liar dan semak belukar di sepanjang Jalan Poros Tanru Tedong–Barukku.
Jalan ini merupakan akses penting aktivitas warga, sekaligus jalur yang kerap dilintasi jamaah menuju tempat ibadah.
Aksi bersih-bersih tersebut juga dihadiri Kepala Desa Bila Riase, Sirajuddin, bersama perangkat desa dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan peralatan sederhana di tangan, mereka bekerja bahu-membahu di bawah terik matahari, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi ruh kehidupan desa. 
IPTU Aswan menegaskan, kehadiran Polri bukan semata menjalankan tugas formal, tetapi menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.
“Perintah Presiden ini kami maknai sebagai ajakan moral untuk merawat lingkungan bersama. Polisi harus hadir, memberi contoh, dan berjalan seiring dengan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan dan keindahan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan, keselamatan pengguna jalan, serta kekhusyukan beribadah.
Karena itu, gerakan ini diharapkan menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sementara itu, Kepala Desa Sirajuddin mengapresiasi keterlibatan langsung aparat kepolisian.
Ia menilai langkah tersebut memberi energi positif dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar. “Ketika aparat turun bersama rakyat, rasa kebersamaan itu tumbuh. Ini teladan yang sangat baik,” tuturnya. 
Warga pun menyambut antusias kegiatan tersebut. Bagi mereka, perintah Presiden yang diterjemahkan hingga ke tingkat desa terasa nyata dan membumi.
Bukan hanya imbauan, tetapi diwujudkan melalui tindakan bersama yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, pesan Presiden tentang kepedulian terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah tidak berhenti di atas kertas.
Ia hidup dalam kerja kolektif, cangkul dan parang yang diayunkan bersama, serta niat tulus menjaga lingkungan demi kebaikan bersama. (Arya)




Tinggalkan Balasan