SIDRAP, HBK — Peringatan Milad ke-80 Intelijen Polri tidak dirayakan dengan kemegahan seremonial.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang, momentum tersebut justru diisi dengan langkah-langkah sunyi namun bermakna: membersihkan rumah ibadah dan mengetuk pintu para purnawirawan.
Di situlah nilai kemanusiaan Intelijen Polri berbicara dengan bahasa yang paling jujur—aksi nyata.

Satuan Intelkam Polres Sidrap menggelar bakti sosial sebagai wujud syukur sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Dipimpin Kasat Intelkam AKP A. Aswan, kegiatan ini menyasar Masjid Tua Jera’e di Desa Allakkuang, sebuah masjid bersejarah yang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang menyatukan warga lintas generasi.
Sejak pagi, personel Intelkam tampak menyatu bersama masyarakat. Tanpa sekat pangkat dan jabatan, mereka bergotong royong membersihkan area masjid—menyapu lantai, merapikan halaman, hingga memastikan lingkungan sekitar kembali nyaman untuk jamaah.
Suasana akrab dan penuh kehangatan tercipta, menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan semata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial warga.
“Masjid adalah pusat kehidupan masyarakat. Ketika kami membersihkannya bersama warga, itu bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga tentang merawat nilai kebersamaan dan iman,” ungkap AKP A. Aswan.

Tidak berhenti di sana, sisi humanis Intelijen Polri semakin terasa saat jajaran Sat Intelkam melanjutkan kegiatan dengan anjangsana ke rumah para purnawirawan intelijen.
Mereka mengunjungi AKP (Purn) Sausdan, mantan Kasat Intelkam Polres Sidrap tahun 2014, serta IPDA (Purn) Sarbini, mantan Kanit Intelkam Polsek Watangpulu periode 2020–2024.
Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, dialog mengalir hangat. Cerita pengabdian masa lalu berpadu dengan harapan untuk masa depan.
Bagi jajaran Intelkam, kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk penghormatan tulus kepada para senior yang telah meletakkan fondasi pengabdian.
“Tanpa jasa para purnawirawan, kami tidak akan berdiri di titik ini. Mereka adalah guru, teladan, dan bagian dari sejarah Intelijen Polri. Kehadiran kami hari ini adalah wujud terima kasih dan kepedulian,” tutur AKP A. Aswan dengan nada penuh hormat.
Ia menegaskan, di tengah perkembangan zaman dan tantangan tugas intelijen yang kian kompleks, nilai-nilai dasar seperti loyalitas, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi roh utama Intelijen Polri.
Kapolres Sidrap Fantry Taherong turut mengapresiasi rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, bakti sosial ini mencerminkan wajah Polri yang humanis dan membumi.
“Polri yang kuat adalah Polri yang dekat dengan masyarakat dan tidak melupakan sejarah pengabdiannya. Menghormati purnawirawan dan hadir di ruang sosial masyarakat adalah bentuk nyata Polri Presisi yang bekerja dengan hati,” ujarnya.

Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan intelijen tidak hanya terletak pada kemampuan membaca situasi dan menjaga stabilitas, tetapi juga pada empati, kepedulian, dan kedekatan dengan masyarakat.
Di Masjid Tua Jera’e dan di rumah para purnawirawan, Intelijen Polri menunjukkan satu pesan sederhana namun mendalam: hadir untuk masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan tidak pernah melupakan mereka yang telah lebih dulu mengabdi. (Arya/Ady)




Tinggalkan Balasan