PINRANG, HBK — Memasuki usia ke-80 tahun, Kementerian Agama Republik Indonesia diharapkan terus menjadi perekat kerukunan umat sekaligus motor penggerak sinergi dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan harmonis.
Harapan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar yang dibacakan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi saat bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama tingkat Kabupaten Pinrang, Sabtu (3/1).
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa sepanjang satu tahun terakhir, Kementerian Agama menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman melalui berbagai transformasi strategis.
Transformasi tersebut meliputi penguatan layanan digital, pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, hingga penguatan kerukunan antarumat beragama.
“Transformasi ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang semakin mudah diakses, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Menag juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan ruang digital secara bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ruang digital, menurutnya, harus diisi dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, menyejukkan, serta mampu menjadi penangkal narasi negatif yang berpotensi memecah belah persatuan umat.
Sementara itu, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi usai upacara menyampaikan harapannya agar di usia ke-80 ini, Kementerian Agama semakin memperkuat peran strategisnya dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia di Kabupaten Pinrang.
Menurutnya, fungsi-fungsi Kementerian Agama tidak hanya terbatas pada urusan keagamaan semata, tetapi juga berperan penting dalam menjaga persatuan, membangun toleransi, serta membentuk karakter masyarakat yang damai dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Keberadaan Kementerian Agama sangat berperan aktif di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan, membangun toleransi, dan membentuk karakter masyarakat yang harmonis,” ujar Sudirman.
Ia berharap, Kementerian Agama terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga nilai-nilai kerukunan, kebersamaan, dan moderasi beragama semakin mengakar dan berkelanjutan di Kabupaten Pinrang. (Ady)




Tinggalkan Balasan