Makassar _ Industri kosmetik kembali tercoreng. AF Cream, produk kecantikan milik Saripa alias Abel, kini berada di pusaran dugaan skandal berbahaya setelah terungkap informasi bahwa produk tersebut diduga dioplos ulang dan dicampur bahan berbahaya berupa merkuri, meski selama ini diklaim sebagai produk pabrikan berizin BPOM.

Informasi mengejutkan ini mencuat di awal tahun 2026 dan langsung menghebohkan publik. Seorang sumber A, yang berada di lingkaran paling dekat dengan proses produksi AF Cream, membongkar fakta mengejutkan kepada redaksi Harian Berita Kota.

Menurut sumber tersebut, AF Cream yang dipesan dari pabrikan tidak diedarkan dalam kondisi asli. Produk itu dibuka kembali, lalu diracik ulang secara manual dengan penambahan dosis tertentu karena dianggap “kurang bereaksi” jika hanya menggunakan formula pabrikan ber-BPOM.

 

“Kalau yang asli pabrikan hasilnya lama. Jadi dibuka ulang, ditambah dosisnya,” ungkap sumber tersebut.

Yang membuat publik semakin geram, bahan tambahan yang digunakan diduga kuat mengandung merkuri, zat berbahaya yang secara tegas dilarang penggunaannya dalam kosmetik karena berisiko merusak kulit, menyebabkan iritasi berat, hingga gangguan kesehatan jangka panjang.

Sumber itu menegaskan, bila AF Cream diuji secara laboratorium, hasilnya diyakini tidak akan sama dengan produk resmi dari pabrikan. Perbedaan tersebut disebut bisa langsung terdeteksi dari kandungan zat aktifnya.

“Kalau dicek lab, pasti beda. Kecuali serumnya, itu beli dari merek lain yang sudah ber-BPOM, tapi hanya diganti stikernya,” tegas sumber tersebut.
Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa klaim legalitas dan keamanan AF Cream patut dipertanyakan.

Lebih mencurigakan lagi, saat redaksi Harian Berita Kota mencoba mengonfirmasi langsung kepada owner AF Cream, Saripa alias Abel memilih bungkam total. Tidak hanya mengabaikan pesan konfirmasi, nomor WhatsApp jurnalis justru diblokir.

Sikap ini memicu tanda tanya besar dan kemarahan publik. Mengapa seorang pemilik produk yang mengklaim legal dan aman justru menghindari klarifikasi?
AF Cream sendiri diketahui telah beredar luas dan digunakan oleh banyak konsumen. Jika dugaan ini terbukti benar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi bisnis, tetapi keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun pernyataan resmi dari pihak AF Cream. Redaksi mendesak BPOM, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan mengungkap kebenaran di balik dugaan praktik berbahaya ini.
Publik berhak tahu

Redaksi harianberitakota
Editor
Biro Makassar
Reporter