SIDRAP, HBK — Kabupaten Sidenreng Rappang kembali dihadapkan pada persoalan klasik yang terus berulang: lemahnya pengamanan aset daerah. Kali ini, fasilitas kelistrikan di kawasan Sirkuit Puncak Mario, Kecamatan Kulo, dilaporkan nyaris ludes digondol maling.
Isu raibnya aset vital tersebut mulai mencuat ke publik pada Jumat (26/12/2025), memantik reaksi keras masyarakat.
Pasalnya, kabel listrik yang dicuri mencapai hampir 90 persen dari total instalasi yang terpasang di lokasi sirkuit kebanggaan Sidrap itu.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Sidrap, Arief, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian ini terungkap saat tim Dishub melakukan pengecekan teknis karena sirkuit direncanakan akan difungsikan pada malam pergantian tahun.
“Kami turun ke lokasi untuk memastikan kesiapan kelistrikan. Tapi saat dicek, kabel-kabelnya sudah tidak ada. Hampir semuanya hilang,” ungkap Arief dengan nada prihatin.
Ia mengaku terkejut dengan skala pencurian yang dinilai sangat masif. Menurutnya, kehilangan hampir seluruh jaringan kabel bukan hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengancam keberlanjutan pemanfaatan fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran daerah.
Lebih jauh, Arief menegaskan pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan daerah agar segera dilakukan langkah-langkah strategis, termasuk penguatan pengamanan aset.
“Ini bukan hanya soal kabel yang hilang, tapi soal tanggung jawab bersama menjaga fasilitas umum. Kami berharap warga di sekitar sirkuit ikut mengawasi dan berani menegur jika melihat aktivitas mencurigakan,” tegasnya.
Secara terpisah, Kapolsek Panca Rijang, AKP Abustam, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dugaan pencurian tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan.
“Benar, ada dugaan tindak pidana pencurian. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dan laporan resmi telah diteruskan ke Polres Sidrap untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengelolaan dan pengamanan aset daerah di Sidrap. Di tengah gencarnya pembangunan fasilitas publik, lemahnya pengawasan justru membuka celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk menjarah aset negara.
Masyarakat pun mendesak agar pemerintah daerah tidak lagi bersikap reaktif, tetapi mulai membangun sistem pengamanan yang terstruktur, mulai dari pengawasan rutin, pemasangan CCTV, hingga pelibatan warga setempat secara aktif.
Jika tidak, Sirkuit Puncak Mario hanya akan menjadi simbol proyek megah yang perlahan hancur karena abainya pengawasan — dan Sidrap kembali harus menelan pil pahit akibat ulah segelintir pencuri yang menggerogoti masa depan daerah. (Arya)





Tinggalkan Balasan