BONE, HBK — Di era digital seperti saat ini, kemampuan memasarkan produk secara daring menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk di pedesaan.
Melihat peluang tersebut, M. Rafly Rauf, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin, menghadirkan pelatihan khusus tentang digital branding dan digital marketing kepada para pelaku UKM di Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone.
Program kerja ini sukses digelar dengan melibatkan remaja desa, pelaku UMKM lokal, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Latellang, Dra. Hj. Hasnawati, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam memajukan ekonomi lokal.
“Saya sangat mendukung inisiatif ini. Kegiatan seperti ini menjadi sangat penting untuk membantu warga kami menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, khususnya dalam memasarkan produk secara digital,” ungkap Hj. Hasnawati.
Melalui pelatihan ini, Rafly Rauf memaparkan bahwa digital marketing bukan sekadar mempromosikan produk lewat media sosial, tetapi merupakan strategi yang terencana, terukur, dan berorientasi pada target pasar.
Ia juga menjelaskan konsep digital branding, yaitu proses membangun citra dan identitas merek usaha secara konsisten di berbagai platform digital.
“Brand yang kuat akan menciptakan kepercayaan konsumen. Ketika produk dikenali dan dipercaya, maka penjualan bisa meningkat secara signifikan. Di sinilah pentingnya membangun identitas usaha secara digital,” ujar Rafly dalam materinya.
Peserta diajak memahami langkah-langkah praktis, mulai dari membuat konten promosi, memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook, hingga cara menjangkau konsumen melalui platform e-commerce.
Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif. Banyak pelaku UKM lokal yang sebelumnya belum pernah memanfaatkan internet sebagai media promosi, kini mulai memahami peluang besar dari dunia digital.
Mereka pun antusias bertanya seputar cara membuat logo usaha, mengelola akun bisnis, hingga tips mengambil foto produk yang menarik.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir di desa untuk menjalankan tugas akademik, tetapi juga membawa dampak langsung bagi kemajuan masyarakat.
Universitas Hasanuddin melalui program KKN-T menargetkan mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan kapasitas warga desa, termasuk dalam adaptasi teknologi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan pelatihan ini, kami harap para pelaku UMKM di Desa Latellang bisa terus berkembang dan tidak tertinggal dalam persaingan pasar digital,” pungkas Rafly. (Arya/*)




Tinggalkan Balasan