ENREKANG, HBK — Klaim di media sosial yang menyebut Polres Enrekang gagal total dalam Operasi Antik Lipu 2025 dinilai menyesatkan dan bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Unggahan yang beredar di sejumlah platform seperti Facebook dan Instagram tersebut kini menuai sorotan.

Faktanya, Satuan Resnarkoba Polres Enrekang justru mencatatkan prestasi sebagai salah satu yang tercepat dalam pengungkapan Target Operasi (TO) di hari pertama Operasi Antik Lipu yang dimulai pada 10 Juni 2025.

Hanya dua jam setelah operasi digelar, tim Sat Narkoba berhasil mengungkap kasus besar dan mengamankan lima tersangka, dua di antaranya masuk dalam daftar TO. Barang bukti sabu seberat total 41,86 gram juga disita dari salah satu pelaku utama.

Hal ini ditegaskan kembali oleh anggota Bamin Sie Humas Polres Enrekang saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/7/2025).

“Pengungkapan dilakukan hanya dua jam sejak operasi dimulai. Itu merupakan respons tercepat di jajaran Polda Sulsel,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., yang menyerahkan penghargaan kepada tim Sat Narkoba dalam upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Kantor Bupati Enrekang.

Tak berhenti di situ, lima hari kemudian—pada 15 Juni 2025—Sat Narkoba kembali mengungkap jaringan peredaran sabu di Kecamatan Baraka. Empat tersangka diamankan bersama lima paket sabu siap edar.

Dalam dua pekan pertama Operasi Antik Lipu, total 9 tersangka berhasil diamankan, terdiri atas 2 TO dan 7 Non-TO, dengan pengungkapan menyasar berbagai titik mulai dari pengguna hingga pengedar.

Terkait unggahan yang menyebut “Target Operasi Nihil”, pihak Polres Enrekang menilai informasi tersebut keliru dan tidak didasarkan pada sumber resmi.

“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi dari media sosial. Semua capaian Operasi Antik Lipu 2025 di wilayah hukum Polres Enrekang terdokumentasi lengkap dan terlapor di sistem Polda Sulsel,” tegas Seksi Humas Polres Enrekang.

Polres Enrekang juga menyayangkan beredarnya informasi sepihak yang berpotensi merusak citra dan semangat personel yang telah bekerja keras di lapangan.

“Kerja nyata tidak bisa dikalahkan oleh opini yang tak berdasar,” tutupnya. (Abbas)