SIDRAP — Desa Kampale menjadi titik awal pelaksanaan Safari Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Sidrap tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Sinergi Aparatur Desa, Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih yang Mandiri.”

Kepala Desa Kampale, Hasan Sose, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan desa, termasuk keberhasilan Kampale menempati posisi keempat dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) se-Kabupaten Sidrap.
“Inisiatif ini lahir dari semangat gotong royong masyarakat dusun bersama pemerintah desa, sebagai dukungan konkret terhadap program Pemkab Sidrap,” ujarnya.

Ketua Apdesi Sidrap, Naming Pallajareng, menjelaskan bahwa Safari Apdesi akan menjadi forum rutin bulanan bagi kepala desa se-Sidrap. Tahun ini, fokus utama diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan percepatan pembentukan koperasi Merah Putih. Namun, ia mengakui bahwa progres pembentukan koperasi baru mencapai 60–70 persen, dengan kendala utama terletak pada proses administratif di tingkat notaris.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmennya menjadikan Sidrap sebagai motor ketahanan pangan nasional. Ia menyebut program swasembada pangan Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh daerah.

“Target kita adalah produksi 1 juta ton gabah di tahun 2025. Ini bisa dicapai dengan menerapkan pola tanam tiga kali setahun,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung seperti irigasi, listrik masuk sawah, pupuk gratis, serta manajemen sistem tanam sebagai faktor penentu keberhasilan.

Safari Apdesi menjadi wujud nyata kolaborasi antar pemerintah desa dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah surplus yang siap menjadi lumbung pangan berskala besar. (Arya)