SIDRAP, HBK — Ajang tahunan Ana Dara Malebbi dan Kallolo Magaretta (AMKM) kembali digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi wadah bergengsi bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, mengasah kepercayaan diri, sekaligus melestarikan budaya lokal.

Sebagai salah satu agenda kebudayaan dan pengembangan talenta terbesar di daerah ini, AMKM tidak hanya berfokus pada penampilan semata, namun juga menjadi ruang pembinaan karakter dan pelestarian adat Bugis.

Hal itupun langsung di apresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidrap Faisal Sehuddin. Menurutnya, apa yang dikembangkan kegiatan ini merupakan wujud melestarikan budaya dan melatih talenta anak-anak Sidrap.

“Pemerintah Kabupaten sangat mendukung dan kita wajib support kegiatan pengembangan bakat anak-anak kita ini, kedepannya kita jadikan kalender tahunan dan mendukung kegiatan positif seperti ini,”ungkap Faisal Sehuddin pada awak media, Rabu (23/04/2025).

Terpisah, Andi Musakkir Effendy, SE, pimpinan Talenta Entertainment Indonesia selaku pemegang lisensi AMKM Sidrap, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan salah satu aset penting daerah yang dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi Selatan.

“AMKM bukan sekadar soal kecantikan atau ketampanan. Ini adalah platform pengembangan diri, wawasan kebudayaan, dan pembentukan mental generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah terus menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap generasi muda berprestasi, baik di tingkat lokal, provinsi, hingga nasional.

“Dukungan tersebut akan menjadi motivasi besar bagi anak-anak muda lainnya untuk terus berkarya dan mengangkat nama Sidrap di berbagai panggung,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap ajang ini pun cukup tinggi. Umi, salah satu warga Sidrap, berharap agar pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada para talenta muda yang telah mengharumkan nama daerah, tak hanya di ajang AMKM, tetapi juga di bidang seni, olahraga, keagamaan, dan lainnya.

“Anak-anak kita butuh dukungan nyata agar mereka percaya diri untuk tampil dan berkembang lewat kegiatan positif,” kata Umi.

Salah satu momen menarik dalam rangkaian AMKM adalah peragaan busana bertema tradisional Bugis. Lewat penampilan tersebut, peserta tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga turut memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak luas.

Dengan semangat kolaborasi antara penyelenggara, peserta, masyarakat, dan pemerintah, AMKM Sidrap diharapkan terus menjadi ajang yang tidak hanya mencetak bintang baru, tetapi juga penjaga nilai-nilai luhur budaya Bugis. (Arya)